Minggu, 15 Mei 2016

Jalan Menuju Punthuk Setumbu (salah satu lokasi syuting AADC2)



“Ke Punthuk Setumbu yok” kata si ayah suatu hari. “Apaan tuh Punthuk Setumbu? Kayak nama makanan” jawabku. “Dasar kagak gaul lo. Orang Magelang mosok nggak tau Punthuk Setumbu. Bule dari negeri jauh aja dah banyak yang kesono” jawab ayah lagi.

Karena penasaran, aku googling tuh dengan kata kunci ‘Punthuk Setumbu’. Ternyata gambar yang keluar banyak banget, dan keren-keren abis. Langsung deh kami meluncur kesana. Ini sebenarnya kejadian lebih dari setahun yang lalu, tapi karena Punthuk Setumbu sedang banyak dibicarakan orang akibat dijadikan tempat syuting AADC 2, mari kita bahas tentang Punthuk Setumbu ini.

Untuk mencari lokasi Punthuk Setumbu memang lumayan susah. Kita harus blusukan melewati jalan pedesaan. Sebenarnya banyak jalan untuk menuju kesana, tapi yang sudah pernah aku lewati baru dua saja. Yang pertama lewat Hotel Plataran, yang kedua lewat Hotel Manohara.

Kalau kamu datang dari arah Kota Magelang, seperti aku nih yang tinggal di Kota Magelang, kamu bisa meluncur ke arah Borobudur lewat Tanjung. Terus sebelum sampai Candi Borobudur, belok deh ke kanan ke arah Hotel Plataran. Waktu itu aku pergi berempat sama Zita, si ayah, dan kakakku. Kami berangkat jam 3 pagi, karena tujuan utama ke Punthuk Setumbu kan lihat sunrise, jadi harus berangkat sebelum keduluan sunrise dong.

Jarak dari rumahku ke Borobudur sebenarnya cuma 30 menit saja, tapi karena kami belum pernah ke Punthuk Setumbu (kecuali kakakku), jadi kami berangkat sedini mungkin, siapa tahu nyasar di jalan, biar nggak ketinggalan sunrise.

Kakakku sebenarnya sudah pernah kesana, tapi karena dia cuma nebeng mobil teman, jadilah dia tidak memperhatikan jalan. Akhirnya kami mengandalkan GPS. Dengan dituntun oleh GPS, sampailah kami disebuah persimpangan. GPS menunjukkan jalan ke kanan, padahal jalan ke kiri lebih mulus. “Bener nggak sih lewat kanan? Kok jalannya jelek begitu, berbatu-batu” kataku pada si ayah yang megang setir. “Udah, coba aja dulu, ntar kalo nggak ketemu ya balik lagi.”

Dengan mengikuti GPS, kami melaju ke kanan. Jalan yang kami lewati semakin sempit. Setelah APV kami sudah tidak muat lagi melewati jalan itu, kami kembali dan memilih jalan yang kiri. Tidak berapa lama setelah memilih jalan yang kiri, kami sampai di Hotel Plataran. Waduh, kalau bukan orang Magelang kayaknya nyasar nih kalau lewat sini.
di persimpangan ini, pilihlah yg ke kiri meskipun GPS menunjuk ke kanan

Nah, ada rute yang lebih gampang, yaitu lewat Hotel Manohara. Kalau kamu datang dari arah Jogja, di samping Candi Borobudur ada petunjuk ke Hotel Manohara. Ikuti saja petunjuk itu. Begitu melewati Hotel Manohara, petunjuk menuju Punthuk Setumbu mulai banyak ditemukan. Terus kalau lewat rute ini, jangan lupa nengok ke kanan ya, soalnya Candi Borobudur terlihat keren banget dari sini.

Setelah beberapa kali belokan dari Hotel Manohara, akhirnya kita ketemu Hotel Plataran juga sih, tapi bagian hotel sebelah belakang (pintu samping). Padahal kalau mau lewat Plataran bagian depan, keren lho hotelnya, apalagi kalau malam berhias lampu.

Tidak berapa jauh dari pintu samping Plataran, sampailah kita di gerbang Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Dari sini, kita tinggal lurus saja mengikuti jalan, nanti jalan menuju Punthuk Setumbu ada di sebelah kanan kita, begitu juga jalan menuju Gereja Ayam, Bukit Parede, dan Bukit Rhema (sebelum Punthuk Setumbu).



“Wah enak nih, mobil udah bisa keatas. Setahun yang lalu pas aku kesini, jalannya masih tanah, becek, nggak bisa dilewati mobil, jadi harus jalan kaki jauh” kata kakakku yang sudah pernah ke Punthuk Setumbu awal 2014. Sedangkan aku, pertama kali ke Punthuk Setumbu januari 2015. Dan begitu tempat ini heboh oleh film AADC 2, aku kesana lagi.
2014 jln ini belum bisa dilewati mobil, skrg jlnnya sudah mulus
Kalau hari libur, banyak halaman rumah warga yang dijadikan tempat parkir dadakan saking penuhnya tempat ini oleh wisatawan baik domestik maupun turis asing (tapi kayaknya lebih banyak bule disini sih daripada wajah indo). Tiket masuk untuk domestik Rp15.000 sedangkan foreign Rp30.000 (mei 2016). Pengen nge-camp di Punthuk Setumbu biar nggak ketinggalan sunrise? Boleh juga. Kamu akan dikenakan biaya Rp30.000 per orang kalau nge-camp disini, tapi tenda bawa sendiri yaa..
dari sini, kita harus jalan kaki, jauh dan nanjak
jalan kaki lewat sini yaa...
stl berjln jauh ke atas, akhirnya Zita sampai ke Punthuk Setumbu

Berhubung aku kesana pas musim hujan, langit mendung, jadi Borobudur tidak begitu terlihat dan sunrise-nya kurang memuaskan.
Borobudur dilihat dari Punthuk Setumbu
Borobudur di tengah kabut


Punthuk Setumbu juga menyediakan rumah pohon, untuk kita berfoto dengan latar belakang Candi Borobudur di kejauhan.
salah satu rumah pohon
hanya Rp5.000 untuk bisa naik ke rumah pohon ini
Dari Punthuk Setumbu, kepala ayam tempat Cinta dan Rangga berduaan, kelihatan juga lho.
itu tuh puncak kepala Gereja Ayam (tempat Cinta & Rangga berduaan) terlihat sedikit dari Punthuk Setumbu
jalan turun dari Punthuk Setumbu

Nah, untuk rute ke Gereja Ayam yang lebih njlimet dari rute ke Punthuk Setumbu, ada disini ya. Kalau ingin ke Gereja Ayam (rumah doa Bukit Rhema), sepertinya lebih enak naik sepeda motor karena jalannya kecil dan sempit. Terus jalan kakinya juga lebih jauh dan lebih nanjak daripada ke Punthuk Setumbu, jadi siap-siap saja ya yang bawa anak kecil, siap nggendhong..
pamer foto dulu, di Gereja Ayam

7 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  2. tempat-tempat yang pernah di pake syuting oleh film AADC jadi terkenal sekali ya kak, banyak juga yang berkunjung kesana karena pernah di pake syuting oleh film itu.. hehe

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus